Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan naik hari ini. Sehingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga akan menguat dibandingkan saat penutupan akhir pekan.
“Hari ini IHSG berpotensi naik, dengan pergerakan di rentang 8.080-8.150 di level support. Sedangkan level resitansi di rentang 8.200-8.250,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam analisisnya, Senin (3/11/2025).
Pada akhir pekan kemarin, IHSG ditutup turun 0,25 persen ke level 8.163, 88. Namun terjadi aliran masuk modal asing dengan beli bersih saham sebesar Rp857 miliar.
Saham-saham yang paling banyak dibeli asing adalah saham BBRI, TLKM, BRMS, BBCA dan UNVR. Pembelian saham masih didominasi oleh saham-saham sektor finansial (perbankan).
Sejumlah faktor mempengaruhi pergerakan indeks saham global pada Jumat kemarin. Kemungkinan faktor tersebut masih akan mempengaruhi sentimen pasar modal di awal pekan ini.
Di Asia, sentimen pasar dipengaruhi oleh hasil pertemuan Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping. “Kedua pemimpin dikabarkan mencapai semacam ‘gencatan senjata dagang’,” ujar Fanny.
Gencatan itu berhasil menurunkan eskalasi konflik terkait ekspor rare earth elements (tanah jarang). Elemen logam penting ini digunakan antara lain dalam industri pertahanan, energi dan otomotif.
Pentingnya elemen logam itu, yang nyaris memicu perang dagang besar antara dua ekonomi terbesar dunia, AS dan Tiongkok. AS murka ketika Tiongkok mulai membatasi ekspor tanah jarangnya, dan dibalas dengan ancaman pengenaan tarif impor tinggi.
Namun, kesepakatan AS-Tiongkok kemarin tidak mampu menguatkan pasar saham di kawasan Asia. “Sehingga indeks saham di Asia mayoritas turun dalam penutupan perdagangan Jumat kemarin,” ucap Fanny.
Indeks S&P/ASX 200 Australia turun tipis 0,04 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 1,43 perden dan CSI 300 Tiongkok berkurang 1,47 persen. Tapi Indeks Nikkei 225 Jepang melesat 2,12 persen dan indeks Kospi menguat 0,50 persen.
Sementara itu, indeks saham Wall Street, Amerika Serikat kompak ditutup meningkat. Penguatan tersebut didorong kenaikan saham Amazon usai laporan kinerja kuartalan yang di atas ekspektasi.
“Sehingga saham Amazon naik hingga 9,6 persen,” kata Fanny. Indeks Nasdaq menguat 0,61 persen, indeks S&P 500 bertambah 0,26persen, dan Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,09 persen. Dikutip dari RRI.co.id